Pada Senin malam, 27 April, kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, menelan korban jiwa dan memicu perhatian luas.
Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan 16 orang meninggal dunia serta 90 orang mengalami luka-luka.
Peristiwa tragis ini turut mendapat respons dari Kawendra Lukistian, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra. Ia menyoroti dugaan keterlibatan armada taksi Green SM dalam rangkaian awal kejadian tersebut.
Menurut Kawendra, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan perlu mengambil langkah tegas terhadap operasional perusahaan taksi asal Vietnam itu, mulai dari evaluasi menyeluruh hingga kemungkinan pencabutan izin usaha.
“Setelah mencermati fakta lapangan, saya menyoroti keterlibatan taksi hijau Green SM sebagai pemicu awal. Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini,” ujar Kawendra yang dikutip dari inilah.com (30/04/26).
Ia juga menambahkan bahwa tuntutan evaluasi terhadap operasional perusahaan tersebut dinilai wajar mengingat adanya kekhawatiran publik terhadap keselamatan di jalan raya.
“Rasanya tidak berlebihan bila kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut,” lanjutnya.
Taksi Green SM Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan
Sekadar informasi, insiden kecelakaan di Bekasi Timur ini diduga bermula ketika satu unit taksi Green SM diduga menerobos perlintasan kereta dan mengalami kendala di perlintasan sebidang dekat stasiun pada Senin malam, 27 April 2026.
Kendaraan tersebut kemudian tertabrak rangkaian KRL yang melintas, sehingga memicu gangguan operasional jalur kereta di lokasi.
Akibat gangguan awal tersebut, salah satu KRL lain tertahan di area stasiun. Dalam situasi itulah kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek kemudian menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti. Benturan keras menyebabkan gerbong paling belakang mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa serta puluhan korban luka.
Pihak kepolisian dilaporkan telah mengamankan dan memeriksa sopir taksi Green SM untuk mendalami kronologi kejadian. Sementara itu, perusahaan disebut menyatakan siap bekerja sama dengan otoritas dalam proses investigasi.
Namun demikian, penyebab resmi kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari aparat dan otoritas transportasi.
Publik juga menantikan hasil investigasi lengkap guna memastikan kronologi kejadian serta langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.