loading…
Turki luncurkan rudal hipersonik pertamanya. Foto/Anadolu
Turki Luncurkan Rudal Hipersonik Pertamanya, Ini 3 Keunggulannya
1. Mampu Meluncur hingga 6.000 Km
Rudal tersebut, yang diberi nama Yildirimhan, dipresentasikan di pameran industri pertahanan SAHA 2026 di Istanbul pada hari Selasa, menurut laporan media lokal. Dikembangkan oleh kontraktor pertahanan ROKETSAN, rudal ini memiliki jangkauan sekitar 6.000 km (3.720 mil).
Menteri Pertahanan Yasar Guler menggambarkan Yildirimhan sebagai rudal jarak jauh terpanjang yang pernah dimiliki negara itu dan desain berbahan bakar cair pertama yang mampu terbang hipersonik. Ia mengatakan ICBM tersebut merupakan “langkah besar” dalam kemampuan pertahanan negara dan terutama dipandang sebagai senjata pencegah, tetapi memperingatkan bahwa rudal tersebut akan digunakan secara ofensif jika perlu.
“Jika kita harus menggunakannya, jangan ada yang meragukan bahwa kita akan melakukannya tanpa ragu-ragu, dan dengan cara yang paling efektif,” kata Guler.
2. Dibuat secara Lokal
Menteri tersebut mengatakan industri pertahanan nasional telah meningkatkan kapasitas produksi secara tajam, dan sistem militer Turki telah membuktikan diri “di wilayah konflik paling sulit di dunia.”
Guler juga mengklaim bahwa platform buatan lokal, yang dikembangkan sesuai standar NATO dan dengan biaya lebih rendah, “secara langsung memengaruhi kemampuan militer” tentara asing, dan bahwa Turki telah beralih dari pembeli yang sebagian besar bergantung pada impor menjadi negara yang “merancang, memproduksi, dan mengekspor sistemnya sendiri.”
3. Dipercepat karena Perang Iran
Peluncuran ICBM ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Setelah dimulainya perang AS-Israel di Iran pada akhir Februari, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak diakhirinya pertempuran sebelum seluruh wilayah tersebut dilanda konflik.
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dilaporkan kemudian mengakui bahwa perang Iran telah memberikan Ankara insentif yang lebih besar untuk mempercepat produksi senjata dan pertahanan udara dalam negeri.
(ahm)