Sosok Ozzy Osbourne akan hadir dalam bentuk yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Keluarga legenda heavy metal itu resmi memperkenalkan proyek avatar digital berbasis kecerdasan buatan atau AI yang dirancang mampu berbicara, bergerak, dan berinteraksi dengan penggemar layaknya Ozzy semasa hidupnya.
Proyek AI Ozzy tersebut diumumkan dalam ajang Licensing Expo di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (20/5).
Pengumuman itu disampaikan oleh putra Ozzy, Jack Osbourne, saat berbicara mengenai masa depan brand Ozzy bersama ibunya, Sharon Osbourne.
Dalam sesi tersebut, Jack menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI kini memungkinkan sosok ayahnya tetap hadir secara digital untuk waktu yang sangat lama.
“Agak menakutkan karena hasilnya benar-benar sangat akurat,” ujar Jack Osbourne seperti dikutip Mashable Indonesia dari Billboard.
“Dia akan tetap ada secara digital sebagai dirinya sendiri selama komputer masih ada. Teknologi sudah berkembang sangat jauh hingga semuanya hampir tinggal drag and drop,” lanjutnya.
Menurut Jack, teknologi tersebut membuat proses penggunaan avatar digital menjadi jauh lebih mudah dibanding sebelumnya. Ia mengatakan Digital Ozzy nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan hiburan maupun komersial hanya dengan memberikan instruksi sederhana kepada sistem AI.
“Anda bisa membuat template untuk sebuah iklan, lalu cukup memberi perintah tentang apa yang ingin dilakukan Digital Ozzy di iklan itu dan langsung memasukkannya. Sekarang sesederhana itu,” katanya.
Avatar AI Ozzy Osbourne dikembangkan melalui kolaborasi antara Hyperreal dan Proto Hologram. Hyperreal dikenal sebagai perusahaan yang mengembangkan teknologi Digital DNA untuk menciptakan manusia digital realistis, sedangkan Proto Hologram bergerak di bidang hologram dan komputasi spasial berbasis AI untuk berbagai sektor, mulai dari hiburan hingga pendidikan.
Menurut penjelasan Hyperreal, teknologi Digital DNA memungkinkan avatar Ozzy memiliki kemampuan untuk bergerak, berbicara, serta memberikan respons yang menyerupai karakter asli sang musisi. Avatar tersebut juga dirancang agar mampu melakukan percakapan langsung dengan para penggemar.
Perusahaan itu menyebut avatar Ozzy akan mulai hadir di perangkat Proto Luma, yakni layar sentuh interaktif berukuran manusia, di Amerika Serikat dan Inggris mulai akhir musim panas 2026. Teknologi tersebut disebut menjadi salah satu proyek hiburan digital paling ambisius yang pernah dibuat untuk figur musisi rock legendaris.
CEO Hyperreal, Remington Scott, menegaskan seluruh elemen avatar dibuat menggunakan materi resmi yang telah mendapat izin penuh dari keluarga Ozzy Osbourne. Ia memastikan proyek tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang menghormati warisan sang musisi.
“Setiap elemen dari avatar ini dibangun sepenuhnya dari materi sumber yang telah diautentikasi dan disetujui: dipilih, diizinkan, dan dikendalikan oleh orang-orang yang paling mencintainya,” ujar Scott dalam pernyataannya kepada Billboard.
Ia menilai proyek tersebut lebih dari sekadar visual digital biasa karena dirancang untuk menghadirkan pengalaman emosional yang terasa hidup.
“Ini adalah pertunjukan yang hidup, bukan sekadar render digital; dan semuanya dibuat dari materi yang diberikan secara sukarela. Kami mendapatkan partisipasi penuh semangat dari keluarga Ozzy, dan itu mengubah segalanya mengenai potensi proyek ini,” lanjutnya.
Pendiri Proto Hologram, David Nussbaum, juga menyampaikan rasa bangganya dapat terlibat dalam proyek tersebut. Ia menyebut Ozzy Osbourne sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah musik rock dunia.
“Merupakan kehormatan bagi kami dipercaya untuk membawa salah satu dewa sejati musik rock ke dunia agar tetap bisa terhubung dengan para penggemar — terima kasih Sharon dan Jack!” kata Nussbaum.
Ia mengatakan pihaknya tidak akan menjalankan proyek tersebut jika teknologi yang digunakan belum mampu menghadirkan pengalaman yang autentik bagi penggemar.
“Kami tidak akan melakukannya jika tidak yakin teknologi dari kedua perusahaan kami dapat menciptakan pengalaman yang benar-benar memperpanjang kehadiran, hati, dan jiwa Ozzy ke masa depan,” ujarnya.
Pemanfaatan AI dalam industri hiburan memang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi tersebut mulai digunakan untuk menciptakan konser virtual, hologram interaktif, hingga avatar digital figur publik yang telah meninggal dunia.
Hyperreal sebelumnya juga pernah mengembangkan avatar digital sejumlah tokoh terkenal seperti The Notorious B.I.G., pesepak bola Lionel Messi, hingga kreator Marvel Comics Stan Lee.
Kehadiran avatar AI Ozzy Osbourne diperkirakan memicu diskusi baru mengenai batas etika penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia hiburan. Di satu sisi, teknologi tersebut membuka peluang bagi generasi baru untuk mengenal sosok legenda musik rock secara lebih dekat.
Namun di sisi lain, penggunaan AI untuk menghadirkan figur publik dalam bentuk digital juga memunculkan pertanyaan mengenai identitas dan warisan seorang artis di masa depan.