Tidur di mobil saat kendaraan sedang terparkir kerap menjadi pilihan ketika pengemudi membutuhkan waktu untuk beristirahat dalam perjalanan. Namun, jenis kendaraan yang digunakan ternyata dapat memengaruhi risiko keselamatan, terutama ketika mesin atau sistem pendingin tetap dinyalakan.
Mobil listrik dinilai memiliki keunggulan dari sisi risiko paparan gas buang dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran internal atau mobil bensin dan diesel. Pasalnya, kendaraan listrik tidak menggunakan proses pembakaran bahan bakar dan tidak menghasilkan emisi dari knalpot.
Kondisi tersebut membuat risiko keracunan karbon monoksida (CO) dari gas buang tidak menjadi persoalan pada mobil listrik. Karbon monoksida sendiri merupakan gas berbahaya yang dapat muncul dari proses pembakaran pada kendaraan konvensional dan berpotensi masuk ke dalam kabin dalam kondisi tertentu.
Pada mobil bensin, misalnya, membiarkan mesin tetap menyala ketika kendaraan terparkir di ruang tertutup memiliki risiko serius. Gas buang yang mengandung CO dapat terakumulasi dan masuk ke kabin apabila sirkulasi udara tidak memadai.
Karena tidak memiliki knalpot dan mesin pembakaran seperti kendaraan konvensional, mobil listrik tidak menghasilkan gas buang tersebut. Sistem penggeraknya mengandalkan energi dari baterai untuk menjalankan motor listrik, termasuk menopang sejumlah fungsi kendaraan ketika dalam kondisi parkir.
Meski demikian, bukan berarti tidur di mobil listrik dapat dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan lainnya. Ada sejumlah hal yang tetap perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan kapasitas baterai, sistem pendingin kabin, serta lokasi kendaraan diparkir.
Perhatikan Kapasitas Baterai
Salah satu hal penting sebelum beristirahat di dalam kendaraan listrik adalah memastikan kapasitas baterai masih mencukupi.
Ketika AC dinyalakan dalam kondisi kendaraan berhenti, sistem pendingin tetap membutuhkan energi dari baterai. Konsumsinya dapat berada di kisaran 1–2 kWh per jam, meski angka tersebut dapat berbeda tergantung kondisi cuaca, temperatur yang dipilih, efisiensi kendaraan, dan pengaturan AC.
Pengemudi sebaiknya memperhitungkan kebutuhan energi selama beristirahat agar kendaraan tidak mengalami kehabisan daya. Kondisi baterai yang terlalu rendah juga dapat menyulitkan perjalanan setelah waktu istirahat selesai.
Manfaatkan Mode Khusus untuk Beristirahat
Sejumlah produsen kendaraan listrik telah menyediakan fitur yang memungkinkan sistem kabin tetap bekerja ketika kendaraan dalam keadaan parkir.
Tesla, misalnya, memiliki fitur Camp Mode yang dirancang untuk mempertahankan fungsi seperti AC dan kelistrikan kabin selama kendaraan digunakan sebagai tempat beristirahat.
Sementara itu, Hyundai dan Kia menyediakan Utility Mode yang memungkinkan energi dari baterai utama digunakan untuk menjalankan sejumlah perangkat kendaraan tanpa mengandalkan baterai 12 volt sebagai sumber utama.
Pada merek lain, pengemudi dapat menemukan fungsi serupa dengan nama berbeda. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya memahami buku manual dan fitur yang tersedia pada mobil sebelum menggunakannya untuk beristirahat.
Penggunaan mode yang tepat juga membantu mencegah baterai 12 volt terkuras ketika kendaraan ditinggalkan dalam kondisi tertentu.
Atur AC agar Tetap Nyaman
Sirkulasi udara juga menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan ketika seseorang memilih tidur di mobil.
Pengaturan AC perlu disesuaikan agar kabin tetap nyaman sepanjang waktu. Pengemudi juga dapat memperhatikan pilihan sirkulasi udara sesuai kondisi lingkungan dan sistem ventilasi kendaraan.
Suhu AC sebaiknya tidak diatur terlalu rendah dalam waktu lama. Selain membuat tubuh tidak nyaman, paparan udara dingin secara terus-menerus ketika tidur dapat mengganggu kualitas istirahat.
Pilih Lokasi Parkir yang Aman
Perbedaan risiko antara mobil listrik dan mobil konvensional dari sisi gas buang bukan berarti lokasi parkir bisa diabaikan.
Tempat yang aman, legal, terang, dan memiliki pengawasan tetap menjadi pilihan terbaik. Rest area, area parkir resmi, atau lokasi yang memang memperbolehkan kendaraan berhenti dalam waktu tertentu dapat menjadi pilihan.
Pengemudi juga perlu memastikan kendaraan terkunci dan tidak berada di lokasi yang rawan terhadap tindak kejahatan. Saat siang hari, hindari memarkir kendaraan terlalu lama di tempat yang terkena paparan matahari secara langsung karena suhu kabin dapat meningkat dengan cepat.
Dengan sejumlah pertimbangan tersebut, tidur di mobil listrik memang memiliki keunggulan dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran dalam hal paparan gas buang. Namun, faktor baterai, temperatur kabin, ventilasi, dan keamanan lokasi tetap harus menjadi perhatian.
Sementara itu, mobil bensin dan kendaraan diesel membutuhkan perhatian lebih terhadap risiko karbon monoksida ketika mesin dibiarkan menyala, khususnya jika kendaraan berada di ruang tertutup atau area dengan ventilasi buruk.
Artinya, keamanan saat beristirahat di dalam kendaraan tidak hanya ditentukan oleh jenis mobil. Cara menggunakan kendaraan dan memilih lokasi parkir juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.