loading…
Sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Foto/wikipedia
Platform berita Israel, Natziv Net, melaporkan kabar mengenai tawaran atau pertimbangan Turki untuk menjual sistem pertahanan udara S-400 Rusia kepada Mesir—serta Qatar dan UEA yang juga disebut sebagai pembeli potensial—merupakan langkah strategis yang kompleks dengan implikasi luas bagi Timur Tengah dan Israel.
Media Israel tersebut menyatakan alasan utama Turki menjual S-400 adalah keinginan kuatnya untuk kembali bergabung dalam program jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat.
Disebutkan bahwa Washington mengeluarkan Ankara dari program tersebut dan menjatuhkan sanksi terkait keamanan pada tahun 2019 setelah Turki membeli sistem Rusia itu, di tengah kekhawatiran Moskow dapat memanfaatkannya untuk mengumpulkan informasi sensitif.
Sinyal terbaru dari AS, menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump, mengindikasikan memindahkan sistem tersebut dari wilayah Turki dapat membuka jalan bagi pencabutan sanksi.