Rumor Chelsea membidik Danny Welbeck dan Jordan Henderson memunculkan kejutan besar menjelang Premier League 2026-2027. Langkah itu menandai perubahan tajam dari kebijakan klub yang selama beberapa tahun lebih mengutamakan pemain muda dengan kontrak panjang.
Welbeck kini berusia 35 tahun, sedangkan Henderson berumur 36 tahun dan sama-sama menawarkan pengalaman panjang di level tertinggi. Dilansir Opta Analyst, ketertarikan tersebut mencerminkan kebutuhan Xabi Alonso untuk menambah ketenangan, kepemimpinan, dan kematangan dalam skuad.
Sejak Clearlake mengambil saham mayoritas pada akhir musim 2021-2022, Chelsea konsisten membangun tim berusia muda. Namun, pemilik klub Behdad Eghbali mengakui pada April bahwa model tersebut perlu diperbaiki dengan menambahkan pemain siap pakai.
Eghbali menegaskan proyek klub harus menghasilkan kemenangan dan tidak cukup hanya mengandalkan rencana jangka panjang. Ia juga menyebut Chelsea membutuhkan keseimbangan, konsistensi, serta keberanian memperbaiki kesalahan agar proyek dapat naik ke level berikutnya.
Rata-rata usia starting XI Chelsea musim lalu hanya 24 tahun 194 hari, termuda di Premier League. Mereka juga menjadi tim termuda pada 2024-2025 dengan 24 tahun 36 hari dan 2023-2024 dengan 24 tahun 232 hari.
Kondisi bangku cadangan bahkan lebih ekstrem karena rata-rata pemain pengganti Chelsea hanya berusia 22 tahun 83 hari. Angka tersebut lebih muda satu setengah tahun dibandingkan klub Premier League lainnya dan memperlihatkan minimnya figur senior.
Selama 123 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Chelsea tidak pernah memberikan menit bermain kepada pemain berusia lebih dari 30 tahun. Catatan itu dimulai setelah penampilan terakhir Thiago Silva pada Mei 2024 ketika bek Brasil tersebut berumur 39 tahun.
Skuad muda Chelsea juga mencatat masalah disiplin dalam tiga musim terakhir dengan 294 kartu kuning dan 14 kartu merah. Walaupun usia bukan satu-satunya penyebab, pengalaman diyakini dapat membantu pemain mengelola emosi serta membaca situasi pertandingan.
Chelsea kehilangan 19 poin dari posisi unggul pada musim 2025-2026, lebih besar daripada 14 poin yang mereka raih setelah tertinggal. Sebanyak 17 poin terbuang terjadi di kandang, tiga lebih banyak daripada klub lain di liga.
Sebanyak 30 pemain membela Chelsea di Premier League musim lalu dan tidak seorang pun berusia lebih dari 28 tahun ketika tampil. Mereka memiliki gabungan 2.184 penampilan liga, tetapi Pedro Neto menjadi yang terbanyak dengan hanya 180 laga.
Sebaliknya, Henderson dan Welbeck termasuk dalam kelompok 46 pemain yang telah mencapai sedikitnya 400 pertandingan Premier League. Keduanya mengoleksi total 863 penampilan, modal yang dapat membantu Chelsea menjaga tempo dan mempertahankan keunggulan.
Jordan Henderson Masih Berpengaruh
Jordan Henderson menunjukkan dirinya masih kompetitif setelah kembali ke Premier League bersama Brentford pada musim 2025-2026. Ia tampil dalam 32 dari 38 pertandingan liga, menjadi starter 22 kali, dan memainkan 56 persen menit yang tersedia.
Pelatih Brentford Keith Andrews memuji kehadiran, kepemimpinan, dan profesionalisme Henderson di dalam maupun luar lapangan. Pengaruhnya juga terlihat bersama Timnas Inggris setelah Thomas Tuchel secara mengejutkan membawanya ke Piala Dunia 2026.
Secara teknis, Henderson masih menawarkan distribusi bola dan kapasitas fisik yang memadai untuk level tertinggi. Ia mencatat rata-rata 54,2 operan per 90 menit, tertinggi di Brentford, serta menempuh jarak 11,6 kilometer per 90 menit.
Kehadiran Henderson dapat memberikan ketenangan ketika Chelsea berada dalam tekanan atau sedang mempertahankan keunggulan. Pengalamannya memimpin ruang ganti juga penting untuk membantu pemain muda menghadapi tuntutan besar di Stamford Bridge.
Danny Welbeck Semakin Tajam
Danny Welbeck juga datang dengan performa yang justru meningkat pada usia senja kariernya. Penyerang Brighton itu mencetak 13 gol Premier League musim lalu, melampaui rekor pribadinya sebanyak 10 gol pada musim sebelumnya.
Tingkat konversi tembakan Welbeck mencapai 23,2 persen, pencapaian terbaik sepanjang kariernya di Premier League. Statistik tersebut menunjukkan ia semakin efektif memilih posisi, menentukan waktu menembak, dan menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti.
Masalah utama Chelsea musim lalu bukan menciptakan peluang, karena non-penalty expected goals mereka mencapai 60,2 dan menempati peringkat keempat. Namun, hanya 50 gol tercipta dari peluang tersebut, tidak termasuk satu gol bunuh diri.
Selisih antara peluang dan gol Chelsea mencapai 10,2, hanya lebih baik daripada Crystal Palace dengan 20,9 dan Wolves sebesar 11,6. Welbeck bisa menjadi solusi karena hanya João Pedro yang mencetak lebih banyak gol liga, yakni 15.
Welbeck menghasilkan 13 gol meski memainkan 411 menit lebih sedikit daripada João Pedro di Premier League. Ia juga mencetak 12 gol non-penalti dari non-penalty xG 10,1, menunjukkan penyelesaian akhir yang berada di atas ekspektasi.
Rata-rata xG setiap tembakan non-penalti Welbeck mencapai 0,19, angka terbaiknya dalam satu musim Premier League. Data itu menggambarkan kemampuannya menemukan ruang tembak berkualitas dan mengurangi percobaan berisiko rendah.
Sebanyak 34 dari total 90 gol Premier League Welbeck tercipta setelah ia berusia 32 tahun. Jumlah itu setara 38 persen, sementara hanya 11 pemain yang mencetak lebih banyak gol setelah melewati usia tersebut.
Welbeck memang sulit mengejar rekor Jamie Vardy dengan 76 gol setelah berusia 32 tahun. Namun, musim ketiga beruntun dengan dua digit gol dapat mengangkatnya ke tujuh besar daftar pencetak gol veteran Premier League.
Jika mencetak gol untuk Chelsea, Welbeck akan masuk kelompok kecil pemain yang membobol gawang untuk enam klub Premier League. Hanya 11 pemain pernah melakukannya, sedangkan Craig Bellamy memegang rekor dengan tujuh klub.
Apakah Henderson dan Welbeck Akan Sering Bermain?
Kendala terbesar adalah jaminan menit bermain karena Henderson dan Welbeck berpotensi kehilangan peran utama bila pindah. Sepanjang era Premier League dengan 38 pertandingan, hanya ada 61 kasus pemain non-kiper berusia minimal 35 tahun mencapai dua ribu menit.
Sebanyak 13 dari 61 kasus tersebut terjadi dalam lima musim terakhir, termasuk Thiago Silva bersama Chelsea pada tiga musim beruntun. Fakta itu membuktikan pemain veteran masih berguna, tetapi membutuhkan kondisi fisik dan peran yang dikelola cermat.
Chelsea tidak tampil di kompetisi Eropa setelah finis di posisi ke-10 Premier League 2025-2026 dan gagal memenangi turnamen piala. Fokus penuh pada kompetisi domestik membuat kebutuhan rotasi lebih rendah, sehingga peran kedua veteran harus dijelaskan sejak awal.
Transfer Chelsea terhadap Henderson dan Welbeck memang bertolak belakang dengan kebijakan sebelumnya, tetapi perubahan tersebut mungkin sengaja dilakukan. Pengalaman keduanya dapat membantu Xabi Alonso membangun tim lebih tenang, disiplin, dan efektif dalam menyelesaikan peluang.
Keduanya mungkin tidak diproyeksikan sebagai starter tetap, tetapi dapat memberikan dampak penting dalam pertandingan ketat. Chelsea membutuhkan keseimbangan antara energi pemain muda dan ketenangan veteran untuk kembali bersaing di papan atas Premier League.