Pergerakan Manchester United untuk memboyong Ibrahim Mbaye memicu ancaman serius bagi posisi Amad Diallo di Old Trafford.
Sektor sayap kanan Setan Merah tengah mengalami dinamika perubahan taktik yang cukup masif di bawah arahan pelatih Michael Carrick. Setelah sempat mengalami penumpukan pemain di posisi penyerang sayap menyusul kepindahan Alejandro Garnacho dan beberapa nama lain pada musim panas lalu, fokus United kini kembali tertuju pada penguatan area tersebut.
Dalam laga uji coba pramusim melawan Atletico Madrid, pelatih berumur 45 tahun itu menurunkan tiga pemain yang berposisi alami di sayap kanan, yaitu Shea Lacey, Bryan Mbeumo, dan Amad.
Dengan kondisi Lacey yang masih membutuhkan jam terbang serta Mbeumo yang berpotensi digeser ke tengah untuk berduet bersama Benjamin Sesko di lini depan, posisi sayap kanan sejatinya memberi ruang terbuka bagi Amad.
Namun, menyusul performa pasang-surut sepanjang musim 2025/26, kemunculan nama-nama baru dalam bursa transfer membuat posisi pemain asal Pantai Gading tersebut kian terdesak.
Untuk memahami situasi sulit yang dihadapi Amad, penting untuk melihat perjalanan kariernya di Manchester. Berlabuh dari Atalanta pada Januari 2021 saat masih berusia 18 tahun, Amad melewati proses adaptasi yang panjang.
Setelah menjalani masa pinjaman di Rangers dan masa-masa impresif di Sunderland, Amad baru benar-benar menembus skuad utama pada musim 2024/25. Ia menjadi salah satu pemain yang bersinar dalam skema 3-4-2-1 bentukan Ruben Amorim dengan berperan sebagai wing-back enerjik, bahkan mencetak gol-gol penting di Etihad Stadium dan Anfield.
Meski demikian, perubahan sistem permainan seiring hadirnya Michael Carrick membuat performa Amad menurun. Di sepanjang musim Premier League 2025/26, ia hanya menyumbang 2 gol dan 3 assist—catatan yang terbilang minim untuk ukuran pemain lini serang klub papan atas.
Bahkan, hanya satu dari kontribusi tersebut yang lahir usai gelaran AFCON. Pada usia yang menginjak 24 tahun, Amad tidak lagi dikategorikan sebagai pemain muda yang dimaklumi atas ketidakkonsistenannya, terlebih ketika rekan setimnya seperti Mbeumo, Matheus Cunha, dan Sesko mampu menembus angka 10 gol di kompetisi domestik.
Minimnya kontribusi di lini depan menjadi alasan Direktur Olahraga Jason Wilcox beserta jajaran pemilik INEOS berburu penyerang anyar. Walaupun Marcus Rashford dijadwalkan kembali beraktivitas di Carrington, kedalaman serta kualitas lini serang dinilai belum cukup memuaskan bagi tim kepelatihan.
Usai gagal mengamankan Crysencio Summerville yang memilih hengkang ke Liga Arab Saudi dibanding menerima tawaran bernilai 50 juta poundsterling, Manchester United langsung mengalihkan radar ke permata muda milik Paris Saint-Germain: Ibrahim Mbaye.
Meski Borussia Dortmund dan Liverpool sempat memimpin perburuan, pergerakan dari Old Trafford digambarkan oleh media Prancis L’Equipe berlangsung sangat intens dan konkret.
Mendapat julukan “Titisan Kylian Mbappe”, pemuda 18 tahun asal Senegal tersebut menjadi salah satu bakat paling diminati di Eropa. Keterbukaan PSG untuk mendengarkan tawaran klub lain bukan dipicu oleh penurunan performa sang pemain, melainkan ketatnya persaingan di lini depan juara bertahan Liga Champions tersebut.
Di usianya yang baru 18 tahun, Mbaye sudah membuktikan kapasitasnya di panggung internasional. Salah satu aksi terbaiknya terlihat pada Piala Dunia lalu, saat kecepatannya merepotkan lini belakang Timnas Prancis hingga diakhiri dengan gol yang dilesakkannya ke gawang Tim Ayam Jantan.
Gaya main yang eksplosif serta kemampuan melepaskan diri dari kawalan lawan (rata-rata 0,9 rekor dribel sukses per laga dan catatan kecepatan maksimum mencapai 35 km/jam) membuat komparasi dirinya dengan Mbappe makin beralasan.
Catatan statistik makin mempertegas perbedaan efektivitas antara kedua pemain. Musim lalu, meski cuma mencatatkan 10 laga sebagai starter, Mbaye sukses mengemas 3 gol dan 2 assist, dengan rasio keterlibatan gol setiap 332 menit. Bandingkan dengan Amad yang membutuhkan waktu hingga 1.172 menit untuk tiap keterlibatan golnya.
Sebagai pemegang rekor pemain termuda yang mencatatkan debut starter dalam sejarah PSG pada usia 16 tahun 6 bulan 23 hari, Mbaye membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar sensasi sesaat.
Apabila Jason Wilcox berhasil menuntaskan kesepakatan ini, sektor kanan Manchester United bakal mendapatkan investasi jangka panjang yang menjanjikan—sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi kelangsungan karier Amad Diallo di Old Trafford.